Sherly Tjoanda Targetkan Jalan Lingkar Makian Tuntas 2028

foto istimewah

Sofifi, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, memprioritaskan pembangunan 22 ruas jalan provinsi pada 2027, termasuk penyelesaian jalan lingkar Pulau Makian yang menyisakan 15 kilometer untuk dituntaskan dalam dua tahun ke depan.

Program tersebut menjadi bagian dari arah belanja pembangunan Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2027.

Dalam pidatonya pada rapat paripurna DPRD Malut Senin (12/10/2026), Sherly menyebut belanja daerah direncanakan mencapai Rp4 triliun, sementara belanja modal sebesar Rp1,2 triliun atau meningkat 91 persen dan setara 31 persen dari total belanja.

Menurut Sherly, peningkatan belanja modal diarahkan untuk membangun jalan dan jembatan, merevitalisasi sekolah, serta meningkatkan fasilitas kesehatan.

“Jika jalan dan jembatan terkoneksi, biaya logistik petani dan nelayan menjadi lebih murah. Sehingga nilai tukar petani dan nelayan bisa naik,” kata Sherly.

Sebanyak 22 ruas jalan yang diprioritaskan tersebar di sejumlah wilayah Maluku Utara. Di antaranya Jailolo–Goal, Ibu–Kedi, Kedi–Galela, Malifut–Muali, Lapi–Darume, Gurapin–Modayama, Saketa–Dahepodo, hingga sejumlah ruas jalan di Halmahera Selatan.

Pemerintah provinsi juga merencanakan pembangunan Babang–Yaba sepanjang lima kilometer, Babang–Songa 24 kilometer, Songa–Wayatim 7,6 kilometer, Lailui–Jiko Dolong tujuh kilometer, serta Lailui–Jiko Tamo–Anggai enam kilometer.

Di wilayah Kepulauan Sula, ruas yang masuk dalam daftar tersebut meliputi Waina–Malbufa sepanjang lima kilometer, Malbufa–Waibau lima kilometer, Dofa–Falabisahaya 4,7 kilometer, Falabisahaya–Auponhia tujuh kilometer, dan Falabisahaya–Wailoba tujuh kilometer.

Pembangunan juga mencakup jalan di Kota Sofifi sepanjang lima kilometer, Dahepodo–Payahe 8,7 kilometer, serta kelanjutan Jalan Trans-Kieraha yang menghubungkan Sofifi–Ekor–Kobe.

Lingkar Makian Ditargetkan Rampung Bertahap

Di antara sejumlah proyek tersebut, jalan lingkar Pulau Makian menjadi salah satu pekerjaan yang ditargetkan berlanjut hingga 2028.

Sherly menjelaskan, dari total panjang jalan lingkar Pulau Makian 33 kilometer, baru 13 kilometer yang telah dibangun ketika dirinya bersama Wakil Gubernur Sarbin Sehe dilantik. Artinya, masih terdapat 20 kilometer yang harus diselesaikan.

Pada 2026, pemerintah provinsi menganggarkan pembangunan sepanjang lima kilometer. Dengan progres tersebut, sisa pekerjaan diperkirakan menjadi 15 kilometer yang ditargetkan diselesaikan pada 2027 dan 2028.

“ Tahun 2026 ini sudah berjalan pembangunan jalan lima kilometer, sehingga sisa 15 kilometer akan kita selesaikan di tahun 2027 dan 2028,” ujar Sherly.

Penyelesaian jalan lingkar Pulau Makian menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas wilayah kepulauan. Tantangannya adalah memastikan target pembangunan 22 ruas jalan tersebut dapat direalisasikan sesuai rencana dan anggaran yang ditetapkan dalam RAPBD 2027.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *